Ketika Fasha memasuki usia remaja, tantangan baru muncul: keterbatasan dalam bersosialisasi, rasa ingin diterima, dan kebutuhan untuk mandiri.
Safina menyebut bahwa sekarang fokus mereka bergeser ke membimbing Fasha agar suatu hari bisa berdiri sendiri.
Kini Fasha telah memasuki usia 22 tahun dan resmi menjadi mahasiswa.
Bagi Ferdy dan Safina, ini bukan sekadar kebetulan melainkan buah dari perjuangan panjang dan doa yang tak putus.
“Sekarang perkembangannya banyak sekali, Syukur alhamdulillah sekarang dia kuliah,” ucap Ferdy.
Bagi mereka, pencapaian itu bukan soal status, melainkan bukti bahwa cinta, sabar, dan usaha bisa melewati batas yang dianggap mustahil oleh banyak orang.
Kisah mereka menjadi bukti bahwa membesarkan anak berkebutuhan khusus bukan tentang 'menjadikan dia seperti anak normal', melainkan memberi ruang tumbuh terbaik sesuai kemampuannya.
Menghadapi tangis, harapan, dan ragu, Ferdy dan Safina memilih untuk terus melangkah.
Keberhasilan Fasha kini menjadi motivasi bagi banyak keluarga di luar sana agar jangan berhenti berusaha.