“Setengah fakta setengah fitnah, Bukan bangkrut sih cuma, kayaknya aku dan anak-anak gak cocok tinggal di rumah besar,” ungkap Pinkan.
Tidak hanya membahas tempat tinggal, Pinkan juga menyampaikan kondisi bisnisnya khususnya usaha donat yang dijalankannya.
Dia menyebut bahwa para pegawai usahanya tetap setia dan profesional, meski harus menghadapi kondisi perubahan tempat tinggal yang cukup drastis.
“Pegawai donat aku sampai saat ini masih betah dan setia, Mereka orang pekerja keras dan orang baik,” katanya.
Pinkan tampak seolah tidak ingin terjebak dalam gambaran glamor semata; ia lebih mengutamakan kenyamanan fisik dan mental-terutama bagi dirinya dan anak-anaknya.
Keputusannya pindah ke apartemen dengan sistem sewa harian bisa dibaca sebagai upaya untuk menjaga kestabilan emosi, mobilitas lebih praktis, dan mengurangi beban rumah besar yang kadang rumit.
Pilihan ini juga memberi sinyal bahwa Pinkan tidak ingin terus-menerus bergantung pada tempat tinggal mewah sebagai simbol status.
Seiring dinamika kehidupan dan kondisi ekonomi kreatif para artis yang sering tidak rutin, sistem harian memberi ruang bagi adaptasi bila ada perubahan pekerjaan, mobilitas, atau kebutuhan mendesak.