Total ada 11 lagu dengan emosi berlapis.
Dari optimisme, kerinduan, patah hati, hingga penerimaan diri.
Beberapa produser ikut terlibat, di antaranya Risky Pristiono, Wil Mara, Arash Buana, Rendy Pandugo, dan Jerash Malibu.
Kolaborasi ini membuat warna musiknya lebih kaya.
Dalam wawancara dengan Elle Indonesia, Raissa bercerita soal perjalanan mentalnya.
Sejak kecil ia belajar piano dan vokal, tapi sempat minder tampil.
Ia pernah ikut audisi The Voice namun gagal di awal.
Meski sempat kecewa, pengalaman itu jadi pemicu untuk terus berkembang.
Proses pembuatan album berjalan beriringan dengan studinya.
Dalam dua tahun terakhir, Raissa melewati banyak transisi.
Dari kejenuhan kreatif, pencarian arah, hingga menemukan kembali semangat.
Perasaan itu dituangkan dalam lagu Ruang Hidup yang ditempatkan di akhir album.
Lagu ini menjadi penegasan arti hidup yang ia jalani.