Bukan Sekadar Konser, Anime Symphony Jakarta Jadi Reuni Kenangan, Penonton Ikut Nyanyi Bareng

M. Nabil Mamnun - Selasa, 27 Jan 2026 - 12:59 WIB
An Anime Symphony: Re:Awakening digelar di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
An Anime Symphony: Re:Awakening digelar di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta. - instagram/@muh.feb
Advertisements

INSELEB.COM – Jakarta kembali jadi saksi bagaimana musik anime bisa berubah menjadi pengalaman kolektif yang emosional ketika konser “An Anime Symphony: Re:Awakening” digelar pada beberapa hari yang lalu.

Sejak sebelum pertunjukan dimulai, atmosfer nostalgia sudah terasa karena penonton datang bukan hanya untuk mendengar orkestra, tetapi juga untuk “pulang” ke memori masa kecil yang melekat pada lagu pembuka dan ending anime favorit.

Konser ini berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, dan digelar dalam dua sesi, yaitu pukul 15.30 WIB serta 19.30 WIB, membuat hari itu terasa seperti perayaan anime lintas generasi.

Jakarta Concert Orchestra tampil di bawah arahan Avip Priatna yang memimpin jalannya pertunjukan sebagai konduktor sekaligus direktur musik, menghadirkan format orkestra yang memberi “nyawa” baru pada lagu-lagu yang sudah lama akrab di telinga penonton.

Advertisements

Antusiasme publik terlihat dari kabar tiket yang ludes, dengan laporan menyebut total 2.000 tiket terjual habis hingga penyelenggara menambah jadwal pertunjukan pada hari yang sama.

Di atas panggung, konser tidak dibangun sebagai rangkaian lagu semata, melainkan seperti perjalanan emosi yang naik turun, dari momen lembut yang membuat penonton hening sampai bagian-bagian riuh yang memancing koor spontan dari kursi penonton.

Sejumlah judul yang dibawakan juga sengaja merangkul banyak generasi, mulai dari karya-karya yang lekat dengan masa kecil hingga lagu dari anime yang lebih baru, sehingga satu ruangan bisa merasakan nostalgia dalam versi masing-masing.

Program konser memuat 24 lagu, dan salah satu yang mencuri perhatian adalah momen ketika penonton ikut bernyanyi bersama saat “Blue Bird” dari Naruto dimainkan, membuat konser terasa seperti “karaoke raksasa” dengan aransemen orkestra.

Advertisements

Ada pula kejutan di penghujung acara yang membuat penonton sempat mengira lagu tertentu akan menjadi penutup, tetapi ternyata masih ada bagian tambahan yang disiapkan untuk mengikat emosi di akhir.

Momen encore tersebut menjadi salah satu titik paling kuat dalam konser karena penonton diajak menutup malam dengan lagu yang sangat ikonis, yaitu “Butter-Fly” dari Digimon, yang langsung memantik gelombang nostalgia.

Bagi Avip Priatna, proses menyusun daftar lagu bukan perkara sederhana karena harus menyeimbangkan selera banyak generasi sekaligus menjaga identitas musikal orkestra agar tetap solid.

Seusai konser, Avip menjelaskan bahwa pemilihan lagu memang tidak dilakukan secara asal, melainkan melalui pembahasan yang intens bersama tim.

Advertisements

“Pemilihan lagu-lagu ini juga melalui diskusi ketat dan mereka ingin sekali membawakan lagu anime. Saya mengakomodasi itu,” ujar Avip Priatna, ditemui usai acara.

Pernyataan itu sekaligus menggambarkan bahwa konser ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi ruang kompromi kreatif antara keinginan musisi, ekspektasi penonton, dan kebutuhan artistik dari sebuah orkestra.

Share:
Editor: Ari Suryanto
Source:
Advertisements
Konten dibawah ini adalah iklan platform MGID. Inseleb.com tidak terkait dengan materi konten ini.

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements