Terkait nilai gugatan, pemberitaan menyebut ada tuntutan ganti rugi sebesar Rp7 miliar. Dalam proses mediasi, pihak Denada disebut menolak tuntutan tersebut dan mediasi dinyatakan tidak mencapai kesepakatan.
Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menyampaikan kegagalan mediasi itu secara tegas.
“Dengan begitu, tidak ada hasil dari mediasi tadi,” kata Ronald Armada.
Ronald juga menjelaskan bahwa gugatan tidak hanya memuat tuntutan ganti rugi, tetapi juga permintaan pengakuan status.
“Jadi dalam gugatan kami, memang ada beberapa klausul. Selain soal ganti rugi, Ressa juga menuntut pengakuan dari Denada,” katanya.
Sementara dari pihak Denada, pernyataan resmi lebih banyak disampaikan melalui manajemen. Risna Ories selaku perwakilan manajemen Denada menyatakan keprihatinan karena isu tersebut melebar menjadi konsumsi publik.
“Saya Risna Ories selaku perwakilan dari Management Denada, menyampaikan sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita,” tulisnya dalam keterangan resmi.
Risna juga meminta ruang agar proses penelaahan perkara dapat berjalan tanpa menambah keributan.
“Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak,” ujar Risna Ories.
Di tengah dua posisi yang berbeda, pernyataan Ressa di hadapan Denny Sumargo menjadi sorotan karena menampilkan sisi emosional sekaligus penerimaan terhadap kemungkinan yang pahit.
Ia tidak menutup mata bahwa penolakan dapat membuatnya sedih, tetapi ia juga mengaku siap menanggung konsekuensinya.
Sampai saat ini, pembuktian hubungan biologis dan langkah berikutnya masih menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan, sehingga publik diminta menunggu perkembangan resmi dari pihak terkait.
Namun, dari pengakuan yang sudah beredar, satu hal tampak jelas, yaitu di balik wacana tes DNA, yang paling dikejar Ressa adalah pengakuan, dan ia sudah menyiapkan diri jika harapan itu tetap tidak datang meski hasil akhirnya kelak berpihak kepadanya.