Ia menyebut, anggapan seperti itu bukan hanya merugikan perempuan, tetapi juga berpotensi memperlakukan laki-laki secara tidak adil.
"Menurut aku itu jadi manjain pasangannya ya atau itu malah menjadi merendahkan laki-laki menurut aku, jujur," sambungnya.
Prilly menekankan bahwa nasihat untuk menurunkan standar sering kali terdengar seperti “masuk akal”, padahal jika ditarik lebih dalam, maknanya bisa berbahaya.
Ia bahkan menyebut nasihat itu sejatinya bukan merendahkan perempuan.
"Nasihat yang aku terima itu bukan merendahkan perempuan, tapi merendahkan laki-laki," ujarnya.
Ia kemudian memperjelas maksudnya dengan analogi yang cukup tegas sehingga membuat banyak orang mengangguk setuju.
"Karena berarti laki-laki itu bisanya sama perempuan yang standarnya rendah dong? Berarti kalau laki-laki bisa sama perempuan yang standarnya rendah, laki-lakinya juga rendah dong?" tambahnya.
Menurut Prilly, banyak orang tidak menyadari bahwa ucapan tersebut sebenarnya memosisikan laki-laki dalam citra yang buruk.
"Dan orang itu nggak sadar dengan ngomong kayak gitu ngerendahin laki-lakinya, bukan perempuannya," imbuh Prilly Latuconsina.
Unggahan tersebut pun langsung ramai dibanjiri komentar.
Sejumlah netizen menilai Prilly berbicara berdasarkan pengalaman dan perspektif perempuan modern yang lebih percaya diri.
"Pahami value dan diri sendiri untuk menentukan standar yg pantas," tulis akun @faiz_af***.
Sementara yang lain menyebut pernyataan itu sebagai pengingat bahwa hubungan yang sehat seharusnya tidak dimulai dari kompromi yang merugikan diri sendiri.