“Waktu proses cerai, dan gue tidak naik banding untuk berjuang lebih keras untuk memenangkan hak asuh atas Sienna. Karena gue percaya bahwa mantan suami gue adalah seseorang yang dewasa dan kita akan bisa co-parenting sebaik yang kita bisa,” imbuhnya.
Keputusan itu membuat Sienna kemudian tinggal bersama Ben selama kurang lebih 10 tahun. Marshanda menyebut, ia tidak ingin putrinya tumbuh dalam kondisi orang tua yang terus bertengkar dan meninggalkan kenangan buruk.
Caca mengaku sejak awal dirinya memang tidak menginginkan perceraian mereka berubah menjadi perang panjang yang melelahkan, apalagi jika efeknya akan dirasakan Sienna.
“Aku enggak menginginkan itu. Itulah mengapa aku enggak memperjuangkan hak asuh. Emang proses awalnya susah,” ucapnya.
Kini, situasinya telah berubah.
Marshanda mengungkap bahwa saat ini Sienna sudah mengambil keputusan untuk tinggal bersama dirinya, sesuatu yang ia syukuri setelah perjalanan panjang co-parenting yang mereka jalani.
“Dan sekarang Sienna sudah mengambil keputusan untuk tinggal sama gue,” lanjutnya.
Cerita Marshanda ini kembali menyita perhatian publik karena memperlihatkan sisi lain dari keputusan seorang ibu yang memilih jalan sunyi.
Bukan memperpanjang konflik, melainkan menjaga agar anak tetap tumbuh dengan tenang.
Alih-alih bertarung di ruang hukum, Marshanda memilih percaya pada kedewasaan mantan suami dan menempatkan kenyamanan Sienna sebagai prioritas utama.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1